Kamis, 06 Maret 2014

Art Deco

Pengertian Art Deco : 

Art Deco adalah gaya populer yang dimulai dari 1920 hingga akhir dekadenya di tahun 1939. Art Deco banyak gunakan pada design arsitektur, idustri, interior, seni grafis dan film, serta fesyen. Art deco sendiri berasal dari pameran pada tahun 1925 di yang berjudul “Paris exposition des Art Decoratifs et Industries” di kota Paris, Perancis. Dalam pengertian lain, Art Deco merupakan gabungan dari beberapa gaya dan gerakan pada awal abad ke-20, yang didalamnya terdapat Konstruktsionisme, Kubisme, Moderenisme, Bahaus, Art Nouveau, dan Futurisme. Art Deco sangat terkenal apabila dilihat pada design alat transportasi seperti mobil, pesawat terbang, dan kapal laut sehingga dianggap sebagai simbol modernitas. Meskipun banyak muatan politik  atau filsafat di dalam Art Deco, namun secara murni Art Deco memiliki sifat dekoratif. Pada eranya, gaya ini dianggap anggun , fungsional, dan ultra modern.

Sejarah Art Deco : 

Setelah Eksposisi Dunia 1900, berbagai seniman Perancis membentuk sebuah kelompok  seniman dekorasi resmi yaituh ,La Société des artistes décorateurs. Para pendirinya antara lain adalah Hector Guimard,Eugène Grasset, Raoul Lachenal, Paul Follot, Maurice Dufrene dan Emile Decour. Para seniman ini sangat mempengaruhi prinsip-prinsip Art Deco pada umumnya.  

Art Deco adalah sebuah gerakan desain yang populer yang dimulai dari 1920 hingga 1939, Nama Art Deco diberikan sebagai nama lambang kemajuan peradaban yang popular antara tahun 1920 sampai dengan 1930. Maksud perhimpunan ini adalah memperlihatkan desain tempat terkemuka dan evolusi seni dekoratif Perancis secara internasional. 

Wajarlah bila mereka mengorganisir Exposition Internationaledes Arts Décoratifs et Industriels Modernes (Eksposisi Internasional untuk Seni Industri dan Dekoratif Modern) pada 1925, yang menampilkan seni dan kepentingan bisnis Perancis. Gerakan awal ini disebut Style Moderne. Periode atau Gaya Periode Modern antara dua perang dunia inilah "Art Deco" sebuah langgam eklektik muncul dengan menyatukan kosa-kosa bentuk dari berbagai sumber. 

Dimulai dari Perancis kata Art Deco merupakan singkatan dari Art Decoratif yang muncul dalam nama penyelenggaraan pameran "Exposition Internationale des Arts Decoratifs et Industriels Modernes" 1 pada tahun 1925. Dalam pameran inilah ditampilkan langgam baru dalam desain untuk seni terap dan arsitektur yang kemudian menyebar ke seluruh dunia. Art Deco adalah sebuah kontradiksi yang terlahir diantara kegemilangan tahun 20-an dan depresi (tekanan) tahun 30-an. 

Ketika orang ingin melupakan trauma perang dunia, menikmati hidup dan melihat ke masa depan, tampilah Art Deco yang mewakili pola kehidupan keseharian dan gaya elegan, canggih dan modern. Langgam baru ini mewarnai dan terlahir bersamaan munculnya gaya hidup baru yang mengekspresikan kemakmuran hidup. 
Fashion, grafis, desain produk dan film menampilkan idiom-idiom yang sama pada saat yang bersamaan. Hiburan dan perjalanan menjadi berita-berita baru sebagai perayaan lahirnya era komersialisme dan teknologi baru seiring dengan munculnya kecepatan sebagai metafora pada era modern.  

Art deco sangat mempengaruhi seni dekoratif waktu itu yang berkembang seperti arsitektur, desain interior, dan desain industri, maupun seni visual seperti misalnya fesyen, lukisan, seni grafis,bangunan  dan film. Gerakan ini pada awal mulanya dalam pengertian tertentu, Popularitasnya memuncak pada 1920-an. 

Art Deco muncul dari sebuah periode  ketika industrialisasi yang pesat telah mengubah macam budaya. Salah satu atribut utama adalah pelukan dari  teknologi yang terbaru .Hal  Ini sangat berarti  membedakan Art Deco dari motif organik yang banyaknya disukai oleh pendahulunya yaitu Art Nouveau. Art Deco banyak mengunakan gradasi warna yang halus serta warna yang mengesankan efek kilauan atau lengkungan logam dalam sebuah karya seninya .

Art Deco juga banyak menggunakan bahan-bahan mahal dan sedikit ornamen hias yang bisa lebih menarik banyak perhatian . Ornamen yang digunakan dalam Art Deco lebih beraturan dan banyak menggunakan garis-garis lurus atau persegi. Selama masa jayanya, Art Deco menggambarkan kemewahan, glamor, kegembiraan, dan iman dalam kemajuan sosial dan teknologi. Meskipun banyak gerakan desain mempunyai akar dan maksud politik atau filsafati, Art Deco murni bersifat dekoratif.

Karakter dan Ciri Art Deco :

Art Deco lekat dengan penggunaan bahan-bahan seperti aluminum, stainless steel, pernis, inlaid wood (kayu hias), kulit hiu (shagreen), dan kulit zebra. Penggunaan berani dari bentuk bertingkat, sapuan kurva (Tidak berliku-liku seperti dalam Art Nouveau), pola-pola chevron , dan motif pancaran matahari adalah tipikal motif dari Art Deco.

Pengaruh Art Deco Pada Desain Interior :


Pengaruh Art Deco Pada Otomotif :


Pengaruh Art Deco Pada Fesyen :


Art Deco di Amerika :

Amerika Serika adalah Negara yang sangat terpengaruh dengan Art Deco. Dapat kita lihat melalui gaya arsitektur gedung pencakar langit di Kota New York diantaranya Empire State Building, Chrysler Building, dan masih banyak lagi yang lainnya. Pola tatanan hidup di Amerika saat itu membuat stratifikasi sosial melalui design pakaian, rumah, dan kendaraan. Design Art Deco yang tegas dan kaku namun memiliki keindahan tersendiri menunjukan pride atau kebanggan individu atau kelompok khususnya Negara Amerika yang saat itu ibu kotanya masih di New York dan menujukan kekuatan dan kemapanan Amerika Serikat melalui design seni bangunan.

Art Deco di Indonesia :

Di Indonesia tentunya banyak bangunan berlanggam Art Deco yang masih harus dicari dan diteliti. Arsitektur ini merupakan salah satu kekayaan Arsitektur Indonesia adalah Stasiun Jakarta Kota. Tanggal 8 Oktober 2012 mendatang usia Stasiun Jakarta Kota, yang sering disebut sebagai stasiun Beos, akan genap berusia 83 tahun. Kata “Beos” diperkirakan berasal dari nama Bataviasche Ooster Spoorweg Maatschapij ( Maskapai Angkutan Kereta Api Batavia Timur). Versi lain, Beos berasal dari kata Batavia En Omstreken, yang artinya Batavia dan Sekitarnya Stasiun ini diresmikan pada tahun 1928 oleh Gubernur Jendral JHR. A.C.D. de Graeff. Dirancang sebagai sebuah arsitektur bergaya Art Deco, oleh seorang arsitek Belanda kelahiran Tulungagung, FJL Ghijsels pada tahun 1928 dengan sebutan Stasiun Batavia Selatan (Batavia Zuid). Stasiun ini dianggap sebagai salah satu monumen terpenting dalam wacana arsitektur bergaya Indis (Indische Bouwen) – gaya yang memadukan unsur arsitektur moderen barat dengan nilai nilai lokal.


Rabu, 05 Maret 2014

Pop Art

Devinisi Pop Art :
Pop art pada dasarnya berasal dari istilah Popular Culture, yaitu sebuah ungkapan untuk menggambarkan sebuah budaya yang lebih berkaitan dengan hiburan, komersial, dan sifatnya non formal. Pop Art ialah singkatan dari Popular Art. Pop Art adalah seni yang didasarkan oleh budaya popular modern, karena adanya komentar-komentar kritis atau ironis pada seni tradisional.(Oxford Dictionary)

Pop Art adalah suatu gerakan dalam seni modern yang meniru metode, gaya, dan tema dari budaya populer dan media massa, seperti komik, iklan, dan fiksi ilmiah. (Collins Dictionary)
Pop Art mensasarkan kepada penonton yang luas dan pop art merupakan bentuk perluasan subjek seni yang berasal dari (kemasan) desainer grafik kemasan, tanda, billboard dan iklan.

Sejarah Perkembangan Pop Art :
Pop art berasal dari kata Popular art. Pop art adalah aliran seni yang memanfaatkan simbol-simbol dan gaya visual yang berasal dari media massa yang populer seperti koran, tv, iklan dan lain-lain. Pop Art merupakan sebuah gerakan seni yang muncul di Inggris pada tahun 1950an dan 1960-an. Yang juga berkaitan dengan globalisasi musik pop dan budaya-budaya kaum muda (teenagers) yang dibawa oleh Elvis Presley dan The Beatles. Pop Art adalah suatu seni yang terkadang abstrak, menyenangkan dan berlawanan dengan pembuatan seni artistik pada umumnya.
 
Sebelum pop art ada, seni adalah milik orang-orang kaya, pintar, media, dan para seniman itu sendiri. Mereka menerjemahkan keindahan sesuai dengan teori-teori ideal mereka yang cenderung filosofis dan rumit. Lalu lahirlah abstrak ekspresionisme. Seperti namanya, keindahan suatu karya abstrak ekspresionisme tidak bisa dinikmati tanpa kita perlu berpikir dan mencerna. Dengan mengambil ciri khas desain iklan dan komik. 

Kemudian, Roy Lichtenstein dan kawan-kawan berusaha mengubah keadaan ini dengan membuat seni dapat lebih dipahami oleh semua orang dari berbagai kalangan. Roy Lichtenstein juga salah satu tokoh Pop Art yang terkenal.  Hal ini ditunjukkan oleh lukisan-lukisan komik-stripnya. Gadis tenggelam tahun 1963, adalah salah satu karyanya yang lebih dikenal dan merupakan contoh yang baik untuk fitur desain. Lukisan ini hadir dengan garis tebal, warna-warna berani, dan gelembung pikiran.
 
Salah satu bentuk awal desain Pop art adalah karya dari Richard Hamilton, John Mchale dan John Voelcker pada tahun 1956 yang berjudul " Just What is it that makes today's homes so different, so appealing?. Karya tersebut berupa penggabungan potongan gambar dari berbagai sumber. Sehingga, Pop Art pada dasarnya berasal dari istilah Popular Culture, yaitu sebuah ungkapan yang menggambarkan sebuah budaya rendah atau kalangan bawah karena lebih berkaitan dengan masalah hiburan, komersial bahkan selera masyarakat awam.  
Pop art ini pertama berkembang pada pertengahan 1950an di Inggris dan pada akhir 1950an di Amerika Serikat. Artis-artis pop pada jaman itu hanya mementingkan gambaran-gambarannya di Billboards, lukisan, pengiklanan majalah atau produk. Lalu Lawrence Alloway seorang kurator menggunakan  istilah budaya popular di dalam esai nya yang berjudul “The Arts and Mass Media”. Alloway adalah salah seorang pengkritik yang mempertahankan Pop Art sebagai sebuah bentuk seni yang sah. 

Pop Art adalah reaksi kepada ide-ide dominan lukisan abstrak. Pop Art menggunakan tokoh popular untuk menentang kebudayaan kumpulan elit dalam seni, menekankan elemen-elemen yang tidak menarik atau pertunjukkan seni yang tidak bernilai dalam sebuah kebudayaan. Pop Art mensasarkan kepada penonton yang luas dan pop art merupakan bentuk perluasan subjek seni yang berasal dari (kemasan) desainer grafik kemasan, tanda, billboard dan iklan.

Pop art pertama kali dipopularkan oleh Andy Warhol dari Amerika yang merepetisi foto wajah-wajah artis Hollywood seperti Marilyn Monroe atau Elvis Presley dengan silk screen dan menggunakan warna-warna komplementer. Hasilnya wajah-wajah artis tersebut muncul dengan warna-warna yang unik dan berbeda dari aslinya. Karya-karya seperti ini biasanya diproduksi untuk cover-cover album atau poster pertunjukan musik dan  kemudian berkembang untuk poster-poster sosial sampai poster komersil.
   
Gaya desain ini berlangsung sekitar pertengahan tahun 1960an sampai 1970an. Karena pengaruh pop art dalam desain maka terdapat upaya untuk mengangkat kembali unsur-unsur tradisional amerika. seperti teknik pewarnaan datar atau blok dan outline pada komik. sedangkan yang berkaitan dengan sisi tradisional adalah seperti tipe huruf, ornamen tradisional serta mengangkat kembali gaya art deco dan art nouveau, atau sering disebut juga dengan revivalism. 

Pada perkembangannya, Pop Art telah berubah menjadi sebuah cabang seni visual baru yang memiliki ciri khas unik. Seperti penggunaan objek sehari-hari sebagai tema utamanya (papan iklan, lampu, tokoh politik, penyanyi pop dan lain sebagainya). Dan desain Pop Art tidak hanya di tuangkan dalam media cetak, sablon kaos, aksesoris motor, tetapi digunakan juga untuk mempercantik rumah, untuk bagian luar maupun dalam. Seperti bangunan dengan banyak cat berwarna berani, model sofa atau kursi yang unik. Hal ini juga merupakan salah satu dari berbagai perkembangan seni desain Pop Art. 

Tokoh-tokoh Pop Art : 
  • Richard Hamilton
Karya kolase Hamilton yang berjudul Just What Is It That Makes Today’s Home So Different, So Appealing?, dianggap banyak berisi unsur-unsur Pop Art yang muncul kemudian di Amerika Serikat. Kolase ini mengandung unsur-unsur seperti label dagang, logo produk, dan bagian yang ditonjolkan dalam buku komik. Bahkan kata pop muncul dalam karya ini.

  • Andy Warhol
Andy Warhol merupakan seniman Pop yang paling terkenal. Ia menggunakan budaya populer dan dunia periklanan sebagai sumber tema karyanya. Gambar objek-objek yang dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari dibuat menjadi karya seni rupa yang penting.

  • Roy Lichtenstein
Roy Lichtenstein mendasarkan karyanya pada buku komik. Lichtenstein mengambil frame gambar yang kecil dengan pola titik-titik warnanya, kemudian membesarkannya menjadi gambar yang monumental.

  • George Segal 
George Segal tidak menggunakan teknik yang impersonal, ia menampilkan bentuk Pop Art yang mempribadi (personalized). Karyanya berupa patung manusia yang dicetak dengan model hidup dari bahan plaster dengan permukaan yang kasar, yang dipajang dalam lingkungan yang nyata. 


  • Marisol Escobar
Marisol Escobar adalah seniman asal Venezuela yang menciptkan karya mixed-media, yang menggabungkan patung, lukisan, dan benda bekas (found object) dalam lingkungan Pop yang berpusat pada figur manusia. Marisol mengkonstruksi figur-figur abstrak seperti dalan gaya Kubisme

  • Wedha Abdul Rasyid
Julukan “Bapak Illustrator Indonesia”  menyumbangkan banyak kontribusi  di bidang illustrasi dan seni rupa

Karakteristik Pop Art : 
  1. Pop Art diterapkan oleh teknik dan juga tema yang diambil dari budaya masa populer. Kita dapat menemukannya pada suatu iklan, benda budaya duniawi dan buku komik. Gerakan seni ini dianggap seperti reaksi terhadap ide-ide abstrak ekspresionisme. Pop Art menegaskan unsur dangkal segala budaya, dengan penggunaan ironi.
  2. Warna yang paling banyak digunakan oleh para seniman Pop Art ialah warna-warna primer (kuning, merah, dan biru). Warna yang digunakan merupakan warna-warna komplementer yang mencolok (warna berani), bermacam-macam warna dan high contras (warnanya hidup).
  3. Garis yang terlihat dari Pop Art jelas dan merupakan representasi simbol, ilustrasi menggunakan outline yang tegas, objek yang diambil dari orang dan benda dalam budaya populer.
  4. Pada fesyen, Pop Art biasanya dibuat melalui teknik sablon atau saring. Salah satu contoh atribut fashion yang menggunakan nuansa nge-pop adalah brand sepatu nike. (warna mencolok serta ikon seperti layout komik-komik khas Pop Art)
  5. Menggunakan elemen yang terdapat di komik seperti balon
  6. Pada dunia fesyen, Pop Art biasanya diaplikasikan pada sepatu yang dihiasi dengan warna mencolok dengan sensasi warna yang terasa nge-pop, dan ikon seperti layout komik. Dapat kita lihat pula pada desain jacket dan t-shirt yang menggunakan ikon khas Pop Art seperti adanya gelembung dan tambahan kalimat (seperti dalam komik).
Penerapan Pop Art dalam Desain Grafis di Indonesia :

Dalam perkembangan desain grafis di Indonesia dari mulai awal proses masuk nya desain grafis itu sendiri telah banyak bermunculan karya-karya desain grafis dengan ciri dan style yang sesuai dengan keadaan  dan situasi yang sedang berkembang pada saat pembuatannya.
Beberapa style yang cukup berpengaruh dalam perkembangan desain grafis di Indonesia diantaranya adalah modernism, de stijl, constructivism, bauhaus, international style, dan pop art. Dari beberapa style tersebut, style pop art merupakan style yang paling populer dan paling banyak diminati di Indonesia dimana style pop art menarik dan cenderung mudah diterima oleh orang awam yang tidak terlalu paham tentang seni. Pengaruh pop art yang tampak jelas adalah gaya gambar 2 dimensi dan kebanyakan memiliki outline dalam gambarnya, seperti gambar-gambar dalam iklan, gambar kartun, poster, buku komik, dan berbagai media lainnya.




Selasa, 04 Maret 2014

Surealisme

Pengertian Surealisme :
Surealisme adalah suatu aliran seni yang menunjukkan kebebasan kreativitas sampai melampaui batas logika. Surealisme juga dapat didefinisikan sebagai gerakan budaya yang mempunyai unsur kejutan sebagai ungkapan gerakan filosofis. Surealisme merupakan suatu karya seni yang menggambarkan suatu ketidak laziman, oleh karena itu surealisme dikatakan sebagai seni yang melampaui pikiran atau logika. Karya seni surealisme ini hanya dapat ditafsirkan oleh seorang seniman yang menciptakannya dan sangat sulit bagi seseorang untuk menafsirkan karya seni surealisme tersebut, karena pada hakikatnya surealisme bersifat tidak beraturan atau alurnya melompat-lompat.

Adapun definisi lain yang menyatakan bahwa surealisme adalah sebuah sebuah lukisan realisme atau naturalisme yang berupa daya khayal dan sesuatu yang tidak mungkin atau merupakan sebuah mimpi. Asal kata surealisme pertama kali muncul pada catatan tentang balet parade, pada tahun 1917 yang ditulis oleh Guillaume Apolliuaire dalam karyanya “Super Realisme” atau surealisme.

Sejarah Surealisme :
Surealisme lahir di Paris, Perancis, pada tahun 1924. Dengan diterbitkannya “The First Manifesto of Surealisme” yang ditulis oleh Andre Breton, penulis sekaligus psikiatri asal Perancis, surealisme resmi menjadi sebuah gerakan kebudayaan baru. Bahkan secara eksplisit Andre Breton mengatakan bahwa surealisme adalah sebuah gerakan revolusioner. Setelah itu, secara bertahap gerakan surealisme pun menyebar ke seluruh penjuru dunia. Bisa dikatakan surealisme, dalam banyak karakteristik merupakan kelanjutan dan pengembangan dari gerakan seni yang bernama “Dada,” yang lahir ketika Perang Dunia I sedang berkecamuk. 

Perang Dunia I telah menyebabkan seniman dan penulis yang semula berkumpul di Paris berpencar. Selama berada di luar Paris, para seniman dan penulis itu kemudian tergabung di dalam gerakan dada. Gerakan dada murni bersifat politis. Dada lahir atas dasar kekecewaan terhadap kehancuran besar-besaran yang disebabkan oleh perang. Kaum dadais percaya bahwa pikiran rasional yang berlebihan dapat mengakibatkan konflik mengerikan di dunia. Kaum dada mengejek rasionalitas dan mengusung irasionalitas. Menurut mereka, rasionalitas adalah belenggu kebudayaan yang sudah semestinya dibongkar. Sebagai akibatnya, kaum dada sering terlihat eksentrik dan anti-rasional dalam berkarya. Mereka meracau dengan menggunakan kata-kata ganjil keras-keras, menyobek kata-kata yang terdapat di dalam koran-koran lantas menyusunnya kembali untuk kemudian disebut sebagai puisi, member kumis pada lukisan “Monalisa” dan menyatakan kepada publik bahwa celana dalam dan tiang listrik adalah sebuah karya seni. 

Gerakan surealisme ini adalah pengembangan dari gerakan dada tersebut, namun surealisme ini lebih fokus untuk menyorot kepada alam bawah sadar dan mimpi-mimpi yang berasal dari hasrat-hasrat yang terkekang. Dapat dikatakan juga bahwa surealisme adalah tindakan yang bersifat asketis. Para surealis bertujuan untuk memperbaharui pengalaman manusia yang meliputi aspek individu, budaya, sosial, dan politik, dengan membebaskan manusia dari apa yang mereka lihat sebagai rasionalitas palsu, kebiasaan (custom) dan pola (structure) terbatas.

Teknik-teknik menggambar surealisme :
Terdapat pula teknik-teknik menggambar dalam surealisme, yaitu:
  • Exquisite Corpse (Exquisite corpse merupakan sebuah strategi yang digunakan para surelis untuk mengangkat gambaran-gambaran dari alam bawah sadar. Misalnya seperti di dalam bentuk seni kolaborasi, yaitu dengan menggunakan sehelai kertas yang dilipatkan menjadi empat bagian lipatan, dan terdapat empat seniman yang berbeda yang akan memberikan kontribusi representasi gambarannya namun tanpa melihat kontribusi yang diberikan oleh seniman-seniman yang lainnya. Didalam prakteknya, seniman yang pertama akan menggambarkan bagian kepala, kertas yang sudah digambarkan tersebut lalu dilipat kembali dan diserahkan kepada seniman yang kedua, seniman kedua ini tanpa melihat hasil gambaran sebelumnya lalu menggambarkan bagian atas tubuh, kemudian seniman yang ketiga dan keempat melakukan hal yang serupa dengan seniman kedua, namun seniman ketiga ini menggambarkan bagian kedua kaki, dan seniman keempat menggambarkan bagian bawah tubuh. Setelah semuanya selesai, lalu para seniman tersebut menginterpretasikan kombinasi gambar tersebut.)
  • Frottage (Max Ernst, suarealis Jerman, menemukan teknik lain dengan menggunakan kemungkinan dan ketidaksengajaan yaitu “Frottage.” Teknik frottage ini seperti menempatkan kepingan-kepingan kayu atau logam yang kasar di bawah kanvas dan selanjutnya melukis atau menggambarnya dengan menggunakan pensil di atasnya. Di sini sang seniman akan mentransfer motif kasar yang diperoleh dari permukaan tersebut ke dalam sebuah karya. Dalam “Laocoon, Father and Sons” (1926, Menil Collection, Huston, Texas), Ernst meracik motif kasar dengan cara menggosok sambil merujuk juga pada tokoh mitos Yunani, Laocoon, seorang imam Troya yang bergulat dengan piton-piton raksasa.)
  • Automatisme (Automatisme adalah teknik paling penting yang digunakan surealis untuk mengangkat alam bawah sadarnya. Di dalam sebuah lukisan, automatisme dibuat dengan membiarkan tangan menjelajahi permukaan kanvas tanpa adanya campur tangan dari pikiran sadar. Tanda-tanda yang dihasilkan, mereka pikir, tidak akan menjadi acak atau tak berarti, tetapi akan dibimbing pada setiap titiknya dengan memfungsikan pikiran bawah sadar sang seniman, dan bukan oleh pikiran rasional atau pelatihan keartistikan.)
Contoh tokoh-tokoh pada aliran surealisme adalah :
  • Salvador Dali
  • Max Ernst
  • Rene Magritte
  • Juan Miro
  • Yves Tanguy

Analisis Visual Part 2

Ini adalah lanjutan dari pembahasan analisis visual sebelumnya. Dasar-dasar isyarat persepsi visual dapat dibagi menjadi 2 kelompok prinsip, yaitu :

  • Sensual / Visual Sensation (respon secara rangsangan fisik tanpa ada arti, sel-sel saraf dari telinga, hidung, mata dan tangan menyampaikan informasi langsung ke otak)
  • Perceptual / Visual Perception (sebuah kesimpulan dari semua informasi yang dikumpulkan oleh sel-sel organ indera, dan menghasilkan sebuah arti)
Visual Sensation adalah stimulus dari luar yang mengaktifkan sel saraf dari organ perasa (telinga, mata, hidung, tangan).
Visual Sensation memiliki 2 pandangan teori:
  • Gestalt
  • Constructivism
Visual Perception adalah hasil dari informasi yang diterima organ perasa. Jadi setelah visual sensual diterima oleh kita, akan diproses menjadi sebuah arti.
Visual Perceptionmemiliki 2 pandangan teori: 
  • Semiotic
  • Cognitive
Gestalt :
Gestalt dari bahasa Jerman artinya form or shape. Pengelompokan elemen sensual / sebuah bentuk dari keberagaman kelompok, kombinasi elemen-elemen yang berlainan ke dalam satu adegan (komposisi) dan dimengerti oleh otak melalui 4 prinsip fundamental dari pengelompokan.
4 prinsip tersebut disebut hukum :
  • Similarity (kesamaan bentuk) Bentuk visual berdasarkan kesederhanaan (simple) dan stabilitas bentuk. Prinsipnya menekankan pada bentuk dasar seperti persegi panjang, lingkaran, dan segitiga. Jadi otak kita memberikan piliha kemudian kita memilih bentuk yang paling sederhana dan stabil untuk berkonsentrasi.
  • Proximity (kedekatan bentuk) Bentuk visual dari objek-objek yang berdekatan dibandingkan dengan objek yang jauh. Contoh: 2 orang berdiri berpegangan tangan akan lebih dilihat dibandingkan 3 orang yang berdiri dibelakang sejauh 10 meter.
  • Continuation (kesinambungan pola) Sesuatu atau garis yang bergerak secara berkelanjutan dengan halus menarik perhatian kita. Contoh: garis dalam hal ini bisa berupa kumpulan kata, gambar, atau kumpulan objek yang membentuk garis. Objek yang membentuk garis secara mental akan terpisah dari objek yang bukan bagian dari garis tersebut.
  • Common fate (kesamaan arah gerak) Sesuatu bentuk dari objek dapat menentukan sebuah arah. Contoh: tangan beberapa orang yang diacungkan ke atas, akan mengarahkan mata yang melihat akan melihat ke arah atas (langit). Jika ada satu tangan yang diarahkan ke arah yang berlawanan maka akan menciptakan tegangan (tension).
Constructivism : 
Pendekatan constructivism  merupakan klarifikasi  kecil dari pendekatan gestalt, dimana constructivism menekankan pada pergerakan mata pengamat pada keadaan persepsi aktif. Alasannya adalah hubungan antara pergerakan mata saat melihat dan pengalaman orang mengunci ingatan orang dalam membantu menjelaskan sebuah gambar tidak pernah dibuat jelas.

Senin, 03 Maret 2014

Futurisme

PENGERTIAN FUTURISME

Futurisme merupakan aliran seni lukis yang mengimbangi segala sesuatu yang serba cepat dan dinamis. Aliran ini mendukung perkembangan tipografi sebagai unsur ekspresi dalam desain ( artinya bahwa huruf digunakan sebagai lambang rupa untuk menyampaikan suatu makna ). Bagaimana menangkap unsur gerak dan kecepatan dalam lukisan.

SEJARAH
Aliran Fiturisme sebenarnya sudah ada atau lahir sejak abad 19 tepatnya pada tahun 1876 di Mesir dan mulai muncul di daerah negara Eropa .Aliran seni ini mulai muncul pada abad ke 20 lebih tepatnya pada tahun 1909 dan Aliran ini muncul di daerah Eropa tepatnya di daerah Italia sebagai salah satu aliran seni lukis modern di Eropa . Aliran ini dipelopori oleh seorang sastrawan Filippo Marinetti yang terinspirasi karena perubahan dalam kehidupan yang begitu dinamis dan cepat. Pada abad ke 20 terjadi banyak revolusi atau perubahan dalam kehidupan manusia karena mulai munculnya ilmu pengetahuan dan teknologi baru dan perkembangan teknologi sebelumnya yang sangat pesat, dimana teknologi ini sangat mempengaruhi kehidupan manusia karena teknologi dan ilmu pengetahuan ini digunakan untuk membantu manusia menjalankan kegiatannya sehari – hari. Hal ini juga mempengaruhi dalam bidang seni juga, yang sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia. Lalu para seniman yang merasa kurang puas dengan idiom – idiom lama atau tradisional dari seni , dan mereka berusaha mencari  idiom -  idiom baru dalam seni agar dapat mengikuti perubahan dan perkembangan kehidupan manusia.
Pada tanggal 20 Februari 1909, salah satu sastrawan Italia yaitu Filipo Tommaso Marinetti mempublikasikan pernyataan awal tentang Futurisme di media massa “Figaro” di Paris. Pempublikasian kepada khalayak tentang “Futurisme dalam Seni Lukis” dilakukan pada tanggal 3 Maret 1910 karena jika pada tanggal 20 Februari 1909 , Fillipo Marinetti sedang mempublikasikan tentang pernyataan tentang akan lahirnya seni masa depan (le futurisme). Sedangkan pada tanggal 11 Februari 1910 manifesto “Futurisme dalam Seni Lukis ” sedang ditandatangani oleh Umberto Boccioni, Carlo Carra, Luigi Russolo, Giocumo Balla dan Gino Severini lalu baru selesai dan dibacakan di depan umum pada tanggal 3 Maret 1910
Futurisme sampai ke Indonesia tidak diketahui kapan pastinya aliran tersebut masuk dan mulai berkembang ke Indonesia karena persebarannya pada abad ke 20 dari Italia mengikuti dengan adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi manusia. Jadi seiring dengan masuknya teknologi dan ilmu pengetahuan ke Indonesia maka masuk pula aliran futurisme. Di lain sisi juga aliran futurisme ini adalah aliran pengembangan dari aliran kubisme sehingga futurisme masuk ke Indonesia juga diperkirakan mengikuti masuknya kubisme ke Indonesia.

PERKEMBANGAN FUTURISME
Dalam perkembangannya aspek gerakan Futurisme  terbagi atas dua bagian yaitu
  1. Gerakan Absolut
Garis – garis dinamis yang menunjukkan suatu objek dapat dipecah – pecah menurut tendensi tertentu , dimana tendensi terhadap gerakan dapat diwujudkan dengan bentuk – bentuk abstrak yang dinamis
  1. Gerakan Relatif
Gerakan yang sebenarnya terjadi pada suatu objek . Seekor kuda yang bergerak nila digambarkan bukanlah kuda dalam keadaan istirahat tetapi kuda dalam keadaan bergerak, misalnya harus diberi dua puluh buah kaki

CIRI CIRI FUTURISME
  1. Karya seni menangkap unsur gerak dan kecepatan
  2. Memanfaatkan prinsip aneka tampak atau ( multiple viewpoints )
  3. Menggunakan tipografi sebagai unsur ekspresi dalam desain
  4. Memperhatikan tentang kedinamisan , kedisiplinan, dan gaya untuk mengekspresikan kecepatan dan kesamaan waktu.
  5. Konsep ruang dan waktu melebur atau tidak ada
  6. Memiliki tema dinamisme universal
  7. Keadaan objek yang bergerak digambarkan secara berlebihan
  8. Bertolak pada sensasi optik, teknologi dan kehebatan eksistensi mesin – mesin.
  9. Membentuk gambar sintesa yang menunjukan fase – fase yang berjajar
  10. Lukisan adalah rumusan artistik yang harus merekam kompleksnya realitas.
  11. memperlihatkan bentuk-bentuk realitas yang berbeda, yang dekat dan yang jauh, benda-benda yang terlihat dan terasa, saling menembus, dan digambarkan dalam waktu yang sama
  12. Penyatuan karakter dari elemen-elemen yang berbeda-beda dalam sebuah acuan, dan penyusunannya karyanya sebagai suatu kesatuan.
  13. Memiliki ide-ide seperti ketertutupan, ketidaksabaran, ekstrim dalam hubungan langsung dengan nilai-nilai futurisme
  14. Karakteristiknya juga meliputi garis-garis yang tidak rata yang mengkomunikasikan energy dari gerakannya.
  15. Pandangan karya yang mementingkan masa depan.
Tokoh-tokoh futurisme :
Fillippo Tommaso Marrineti

Stephane Mallarne

Giacomo Balla

Contoh-contoh gambar Futurisme :



Analisis Visual

Kita bisa mengingat dan berkomunikasi dengan gambar karena ia memiliki arti pada pesan visual. Beberapa gambar mudah diingat karena hal ini berkaitan dengan proses pada otak dimana ada 3 tipe pesan visual, yaitu :
·         Mental
·         Direct
·         Mediated


·         Pesan visual mental adalah apa yang ada didalam pikiran kita, seperti : pikiran, mimpi, dan fantasi.
·         Pesan visual langsung (Direct) adalah apa yang kita lihat tanpa ada intervensi media atau lewat media
·         Pesan visual yang dimediasi (Mediated) adalah apa yang kita lihat dari medium cetak (print) maupun layar (screen).

Apa yang Anda alami dan apa yang Anda ingat adalah produk dari pikiran yang aktif berpikir, dengan gambar dan kata-kata, pesan visual mental, langsung, dan mediasi berdasarkan pengalaman hidup dan imajinasi Anda. Ingatan muncul saat Anda berpikir mengenai gambar menggunakan kata-kata dan gambar.


Melalui cara melihat pesan visual mental dan berpikir dengan pikiran dalam benak Anda dari waktu ke waktu, secara berulang-ulang, gambar menjadi permanen dan otak Anda menyimpan kenangan visual. Gambar ini menjadi bagian dari kumpulan pesan visual. Saat Anda melihat gambar baru, maka akan membuat asosiasi dan komparasi dengan gambar yang lama. Ujung dari komunikasi visual memproduksi gambar yang kuat sehingga orang yang melihat akan selalu ingat dengan isinya.

Awal Seni Rupa Modern

Dalam seni terdapat berbagai aliran seni, lalu ada beberapa aliran seni yang tidak berkaitan secara langsung dengan desain, antara lain :
  • Ekspresionisme
  • Kubisme
  • Futurisme
  • Konstruktivisme
  • Surealisme
Ciri dari Ekspresionisme adalah penggambaran dilakukan oleh seniman dengan kekasaran dan kesederhanaan garis dan bidang yang bertentangan dengan aturan akademis(impresionisme) pada masanya, sebagai akibat dari pengaruh seni rakyat tradisional dan naif.

Contoh dari ekspresionisme :


Kubisme pada dasarnya adalah perubahan cara melukis yang sebelumnya menggunakan pendekatan perseptual ke gaya dengan pendekatan konseptual. Aliran seni ini memandang kubus sebagai unsur dasar yang membentuk setiap benda di alam semesta. 

Contoh dari kubisme :


Futurism merupakan aliran seni di Italia yang didirikan oleh Filippo Marinetti pada tahun 1908. Gerakan ini diinspirasi dari kehidupan yang berubah karena penemuan mesin yang menghasilkan unsur gerak dan kecepatan yang sangat berpengaruh bagi kehidupan manusia di awal abad ke-20. Tipografi dalam Futurisme berkembang menjadi media ekspresi dalam desain, bukan makna saja tapi juga bentuknya, divisualkan dengan puisi yang memakai bentuk-bentuk tipografi sebagai ungkapan perasaan yang mendukung karya puisi tersebut (Heller, and Seymour 90-4).

Contoh dari futurisme : 


Konstruktivisme dapat diartikan sebagai pergerakan di dalam seni dan arsitektur yang pertama kali berkembang di Moscow tahun 1913-1915 dan merupakan pengaruh kubisme yang dipengaruh i oleh dari De Stij dan Bauhaus. Arsitek konstruktivisme merupakan tanda dari arsitek yang menegaskan kegunaan dan aspek fungsional.

Contoh dari konstruktivisme :


Surealisme ialah gerakan budaya yang bermula pada pertengahan tahun 1920-an. Surealisme merupakan seni dan penulisan yang paling banyak dikenal. Karya ini memiliki unsur kejutan, barang tak terduga yang ditempatkan berdekatan satu sama lain tanpa alasan yang jelas.

Contoh dari surealisme :